20 Desember 2009
Adven IV
Mikha 5: 3a
Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan;
Lukas 1: 39-45
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Maria mengunjungi Elisabet
Empat lilin telah menyala. Berarti telah empat minggu menanti kehadiran Mesias. Dan ini adalah minggu terakhir menyambut kegembiraan Natal. Maka, bukalah pintu! Sambutlah kehadiranNya!
Dipakai Allah? Rasanya kata ‘dipakai’ tidak nyaman di telinga. Kesannya menjadi ‘diperalat’ saja,. Yang namanya alat, setelah dipakai dimasukkan gudang, atau dibuang tanpa rasa sayang.
Alat? Ya! Petani bekerja pakai cangkul. Prajurit pakai pistul. Tukang bangunan pakai cethok, sedangkan penjual mie ayam pakai sendok dan mangkok. Mereka punya alat untuk bekerja. Begitulah gambaranNya, Allah bekerja juga memakai alat. Apa, siapa dan bagaimana alat Allah bekerja? Hmm…
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Mimbar | Ditandai: Adven IV, Dipakai Allah, Elisabet, Empat Lilin, Maria, Memberikan diri |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
18 Desember 2009

Ngopi di Kamar Mandi
Sebuah warung makan sangat sederhana terletak di sayap kanan sebuah bangunan pertunjukkan. Pentas wayang baru saja dimulai. Barangkali, semua penonton malam ini begitu fokus menantikan sajian panggung malam ini, sehingga kios yang biasanya ramai sekarang hanya seorang pembeli yang bertransaksi.
Seorang bapak memesan mie rebus. Setelah pesan ia pergi sebentar. Maka pelayan warungpun mempersiapkan pesanan sang pemesan.
Cukup mengejutkan, pelayan membawa panci berisi air keluar dari arah WC! Kemudian menuju kompor dan merebusnya. Ternyata kejadian itu tidak lepas dari pengamatan sang pembeli.
Tak segan-segan pembeli itu bertanya dengan suara keras, “Air itu untuk buat mi rebus ku, Mbak?”
“Inggih, Pak!” Jawab Mbak pelayan.
“Jangan pakai air itu. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Jalan-jalan | Ditandai: WC, Rasa, Subyektif |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
18 Desember 2009

Gareng, Janaka, Dresanala, Wisanggeni
Malam Jumat Kliwon 1 Sura ini, Teater Lingkar di TBRS mempersembahkan lakon wayang kulit Wisanggeni Lair, dengan Ki dalang M Brahim. Tidak seperti pentas Jumat Kliwonan yang lalu-lalu, tampaknya 1 Sura malam ini sedikit istimewa. Sebelum pentas Ki Dalang M Brahim berwawancara dengan beberapa budayawan dan seniman di panggung, di antara gamelan. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Wayang | Ditandai: Wayang Kulit, TBRS Semarang, Jumat Kliwon, Wisanggeni, Dresanala, Janaka, Ki Dalang M Brahim, 1 Sura |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
4 Desember 2009
Ibadah
“Kesatuan Roh dalam Ikatan Damai Sejahtera”
Renungan oleh Pdt. Natanael “Sih Puji”- ono dari Efesus 4: 1-3
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
Keberagaman gereja diawali dengan perpecahan-perpecahan. Keberagaman memang tidak dapat dipungkiri. Bagaimana bisa menangani keberagaman ini. Itulah masalahnya. Efesus 4 mengajak hidup dalam kesatuan berpadanan dengan panggilan, jika diikat atau memelihara kesatuan Roh. Memelihara ssearti dengan mempertahankan apa yang sudah ada, yaitu Damai Sejahtera, hidup yang berbuahkan hati yang sabar, lemah lembut, penuh kasih. Hal inilah yang mengikat kesatuan.
Beberapa keputusan diantaranya:
PEMILIHAN PIMPINAN SIDANG
Pemilihan pimpinan sidang dipandu oleh gereja penghimpun, dengan memperhatikan Akta Sidang Klasis XXIX, Artikel 55, Sidang memutuskan, Pimpinan terpilih :
Ketua I : Pdt. Natanael Sih Pujiyono, S.PAK
Ketua II : Pdt. Bambang Puji Yanto, S.Si., M.Min
Sekretaris I : Pdt.Bintoro, S.Si
Sekretaris II : Eko Hadi Setyantoro, ST

Pimpinan Sidang Klasis GKJ Semarang Timur XXXII
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Jalan-jalan | Ditandai: Sidang Klasis GKJ Semarang Timur XXXII, Pesta Gereja |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
4 Desember 2009
2 Desember 2009, di Gereja Kristen Jawa Wisma Panunggal Mrican Semarang

Sidang PGKS
Sidang Raya V PGKS diawali dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Drs Napsun Setiyono, MH., dengan liturgos Pdt Sediyoko, S.Si. Kotbah didasarkan atas Mazmur 145 bahwa Allah baik kepada semua orang.
Dalam rangka pembukaan sidang peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan panitia pelaksana Sidang Raya V PGKS dan sambutan-sambutan Ketua Panitia, Ketua Umum PGKS dan wakil pemerintah yaitu dari Kesbang LinMas Kota Semarang.
Pengurus PGKS membuka persidangan dengan melaporkan surat masuk dan surat keluar dan memeriksa surat-surat kredensi. Dari sinilah selanjutnya sidang dinyatakan sah.
Pemilihan moderamen untuk memimpin Sidang dipimpin oleh pengurus PGKS IV. Moderamen terpilih: Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Jalan-jalan | Ditandai: Persekutuan Gereja Gereja se- Kota Semarang, Sidang Gereja, Allah baik |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang