Ketika Cinta Bertasbih

16 Juni 2009

Poster FilmIni film tentang cinta. Mestinya ditonton juga dengan cinta. Bukan dengan curiga. Sekali lagi, tidak perlu bersyak wasangka. Lho, belum apa-apa kok sudah memperingatkan! Memangnya ada apa? Lha, iya. Bagaimana tidak disinggung tentang curiga dan syak wasangka, jika dalam iklannya disebut-sebut sebagai film dakwah? Begitu mendengar tentang dakwah saja, langsung pasang kuda-kuda. Benar, tidak? Tidak! Tidak ada nikmatnya bercuriga. Jika hati penuh cinta, panorama Mesir tidak akan sia-sia. Tidak ada garansi, ketika nonton film ini akan memuaskan dahaga dan keingintahuan kita. Namun percayalah, bahwa banyak hal bisa ditimba, seperti bergalon-galon air Sungai Nil bisa diambil. Jadi, tidak perlu bercuriga terlebih dahulu. Dan, film inipun langsung dibuka dengan sekilas cerita, Pak Din Samsudin (Ketua Muhamadiyah) baru saja berdialog dengan Paus di Roma. Pulangnya, mampir di Kedutaan Indonesia di Mesir.

Ketika Cinta Bertasbih bercerita tentang sekelompok mahasiswa Indonesia yang kuliah di Aleksandria, Mesir. Mereka berasal dari Bangkalan, Kartasura, Jakarta, Palembang, Aceh, dsb. Dalam film ini, setiap tokoh memiliki pergumulannya sendiri, namun bermuara pada satu tema: cinta dan pernikahan. Tokoh utamanya, Azam, seorang mahasiswa yang nyambi jadi pengusaha tempe. Baca entri selengkapnya »