Rapot Anakku
17 Des 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Keluarga Tag:anakku, Dama, Rapot, Santo Yusup, Tiga tahun
Pagi ini Dama tidak bangun pagi. Tidak sekolah. Tidak mandi. Tidak gosok gigi. Begitu bangun nyusul ayahnya, nonton spongebob di tivi.
Ibunya mandi. Acaranya mau ambil rapot Dama. Selesai berdandan dan mau pamitan, Dama nangis tidak mau ditinggal.
“Mari, Nak dengerin lagu baru, Djogdja Istimewa karya Muhamad Marzuki di laptop ayah!” Dama ikut nyanyi, “Jogja, Jogja memang istimewa, istimewa negrinya, istimewa orangnya…” Ini lagu memang istimewa. Anak yang nangis jadi ketawa.
Istriku pulang, bawa sebuah tas biru berisi 3 map besar. Satu map isinya oretan-oretan maha karya Dama. Satu map berisi nilai-nilai berupa gambar matahari, bintang, bulan dan hati. Kelihatan dari lembar-lembar kerja di sini bahwa anakku hebat. Sehebat orang tuanya, tentu. Mungkin lebih, he he… Terus map yang ke-3 rapot bahasa Inggris Dama. Ini ngga begitu penting. Karena bahasa Inggris dan celotehan anakku toh sama-sama ngga jelas. Meskipun bahasa Inggris penting juga. Tak mengapalah, ngomong pakai bahasa Indonesiapun belum becus. Lagi







Komentar