Thanksgiving Day

Pak Berni baru datang dari tanah kelahiran, Amerika. Banyak acara yang diikutinya. Salah satunya merayakan thanksgiving Day bersama anaknya. Ia menceritakan bahwa thanksgiving day adalah sebuah perayaan untuk mengingat pendatang pertama dari Eropa karena penindasan-kebanyakan dari Inggris- di New York. Tahun pertama, 50% mati karena cuaca dan penyakit. Tahun kedua, mereka sekarat. Orang Indian datang dan membawa makanan asli Amerika, kalkun, ubi, jagung, kentang, kranberis dll. Jadi, Thanksgiving Day adalah perayaan syukur untuk mengingat keselamatan karena orang-orang pribumi menolong mereka yang dimaknai sebagai sebagai berkat Tuhan untuk bersyukur. Hari Raya ini tidak terkait dengan agama. Semua orang pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga dan nonton football di TV. Mungkin karena orang Amerika sudah tidak tahu lagi mau ngomong apa, jadi nonton TV adalah acara yang paling bagus. Mungkin jika orang pribumi tahu bahwa orang kulit putih datang dan menghabisi mereka, orang pribumi tidak akan datang membawa makanan malah akan membunuh mereka. Ini belum terjadi. Begitulah Pak Berni membagikan oleh-olehnya setelah dua minggu membolos mengajar.

Coba kuiintip di Wikipedia apa itu Thanksgiving Day. Thanksgiving Day adalah hari pengucapan syukur di akhir musim panen. Ini adalah hari libur resmi di Amerika Serikat yang jatuh pada Kamis keempat di bulan November. Sehingga akhir pekan bertambah panjang.

Pertama kali diadakan tahun 1619 di Koloni Inggris yang sekarang disebut Perkebunan Berkeley di Virginia, dan di Plymouth, Massachusetts pada tahun 1621. Sehari sesudah Thanksgiving adalah hari Jumat, yang disebut Jumat Hitam yang menandai dimulainya musim belanja Natal. Sebagian besar toko sudah buka sejak pagi hari (biasanya sejak jam 05.00 pagi), dan menjual barang dengan sistem cuci gudang agar pembeli mau datang. Disebut Jumat Hitam karena pada hari itu biasanya neraca pembukuan mereka berubah dari warna merah (merugi) menjadi hitam (untung). Toko-toko besar seperti toko-toko elektronik, supermal, dan semacamnya biasanya penuh dengan orang yang mengantri untuk membeli barang sejak Kamis sore. Beberapa toko elektronik sudah terbentuk antrian sepanjang 100-200 orang untuk membeli barang yang diobral. Toko-toko biasanya buka pada hari Jumat pukul 5 pagi, namun antrian kadang-kadang sudah dimulai sejak hari Kamis pukul 5 sore. Supermal kadang-kadang buka pukul 12 tengah malamnya dan toko-toko didalamnya menjual barang-barang obral. Pada hari istimewa ini tidak jarang pengunjung supermal pada tengah malam tersebut membeludak menjadi ratusan bahkan ribuan orang. Pengumuman penjualan obral juga sudah dimulai sehari setelah Halloween.

Namun, Thanksgiving adalah perayaan yang tidak begitu bersifat komersial. Di Amerika Serikat terdapat tradisi menikmati makan malam Thanksgiving bersama keluarga, teman, dan kerabat. Kalkun merupakan hidangan utama, sehingga Thanksgiving juga dikenal sebagai “Hari Kalkun”. Kalkun biasanya dimakan bersama saus kranberi dan hidangan lain seperti kentang puree, jagung rebus, pai labu (sisa perayaan Halloween), dan berbagai macam sayur-sayuran musim gugur yang lain. Sewaktu menikmati makanan Thanksgiving, orang biasanya saling bercerita mengenai hal-hal baik yang telah mereka alami. Sepak bola Amerika merupakan olahraga yang tidak terpisahkan dengan perayaan Thanksgiving. Di Amerika Serikat dan Kanada, pertandingan liga profesional selalu diadakan di hari Thanksgiving. Tradisi merayakan

Thanksgiving dengan makan bersama dimulai di Amerika pada tahun 1621. Kaum pilgrim yang bermukim di Plymouth, Massachusetts mengadakan pesta makan bersama penduduk asli Amerika suku Wampanoag. Tradisi pesta makan Thanksgiving berlanjut hingga sekarang dan disebut “makan malam Thanksgiving” dengan menu utama berupa kalkun. Sebagian dari cerita asal-usul Thanksgiving di Amerika adalah mitos yang berkembang sekitar tahun 1890-an dan awal 1900-an. Thanksgiving dimaksudkan sebagai bagian dari usaha menciptakan identitas nasional setelah Perang Saudara.

Jadi, Thangksgiving Day adalah hari libur untuk bersyukur dan berkumpul dengan keluarga. Kayaknya sih, lebih seru yang namanya Lebaran yang di Indonesia sini ya…yang penting kumpul-kumpul sambil makan-makan. Hmm, kira-kira enak mana: kalkun atau ayam goreng Mbok Berek? Kubayangkan kedua-duanya enak kalau gratisan.

RISMA PERMAK

Sebenarnya tidak sulit untuk menemukan kios jahit Risma. Karena berada di jalan Delik Sari, tepatnya RT 06 RW 10. Sepotong jalan kecil yang cukup ramai. Bangunan mirip pos kamling bertengger di sayap jalan, di depan rumah orang tua Solichin. Terdapat jalan kampung di bawah kios jahit, tempat lalu lalang para tetangga.

Solichin dan Susi

Solichin dan Susi

Kios jahit ini telah buka 07.30. Tutup jam 17.00. Setelah itu, bisa ditemui di rumahnya, Banteng Raya RT 3 RW 3.

Risma Permak digawangi oleh M.Solichin bersama Susianti, sang istri. Menerima perbaikan celana dan berbagai pakaian. Nampaknya, cukup banyak pelanggan yang memanfaatkan jasa permak di sini, jika melihat tumpukan celana dan baju yang ada. Namanya juga Risma Permak, tentulah bidang utamanya permak, bukan membuat celana. Sekalipun bisa dan telah teruji mampu membuat celana, Solichin lebih menyukai permak.Karena menjahit harus dikerjakan secara terus menerus, berkesinambungan. Memerlukan energi dan konsentrasi yang lebih besar daripada permak.Solichin dan Susi dikaruniai putra-putri:Melani Kusuma Ningrum, Karisma Nurfianti dan Muhamad Roshan. Nama Risma Permak berasal dari nama salah satu anaknya, yang meninggal karena sakit tidak lama setelah dilahirkan. Jadi usaha jahit yang dijalankan adalah sebuah pengabadian pada anaknya, yang dihayati melalui kerja.

Melalui permak ini, jika dirataratakan sebulan paling tidak 2,5 sampai 3 juta.Bisa kurang, namun sering lebih. Tidak heran jika sekarang, Solichin telah punya rumah sendiri, tidak ngontrak lagi. Tentu saja, dapurnya sekarang lebih terjamin menanak nasi, dengan lauk yang lebih komplit tentunya. Bisa bayar listrik tidak nunggak. Bisa ikut macem-macem arisan. Juga bisa sedikit membantu orang tua.

Dulu, Solichin adalah tenaga penjaga keamanan gereja kami. Dengan upah sekitar 300 ribu rupiah sebulan. Sementara Solichin bekerja di gereja, istrinya belajar dan magang njahit di kios yang nempel gereja. Lama-lama Solichin melihat bahwa ada peluang untuk hidup dari menjahit. Sambil tetap jaga gereja secara bergilir, waktu luangnya digunakan untuk belajar njahit.

Jika mengingat masa itu, sungguh diperlukan keberanian untuk mengambil keputusan: terus jaga gereja atau menekuni njahit yang masih asing baginya. Sekarang, ia telah sedikit-sedikit merasakan buahnya.

Ita dan Yopi Nikah

Minggu, 8 Nopember 2009 menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Ita (Diyah Anita Sari) dan Yopi (Yoksan Abanat). Mereka diteguhkan dan diberkati pernikahannya pada hari ini.

Nikah Ita-Yopi

Nikah Ita-Yopi

Keluarga Wahjono (dari Diyah Anita Sari) menyelenggarakan bidston keluarga, kebaktian nikah dan perjamuan di GKJ Wisma Panunggal Mrican Semarang. Memang keluarga Zakeos Abanat (dari Yoksan Abanat) tidak hadir dari Kupang. Karena Ibunda sakit di sana. Lagi

Kolang Kaling Maut

Rumah Keluarga Kabul

Rumah Keluarga Kabul

Pagi ini jam 09.00 kami melayat keluarga Kabul. Anaknya, Si David yang berumur 5 setengah tahun meninggal dunia.

Setelah masuk gang Cinde Dalam, tampak di depan rumah telah dipasang tenda duka. Beberapa ibu dan bapak duduk di sana. Sebagian lagi duduk lesehan di teras rumah tetangga. Kata mereka,”Ibunya Si David ada di sini. Jenazah David ada di rumah sana,” sambil menunjuk-nunjuk rumah yang bertenda. Kami menuju sana. Sebuah rumah berdinding bata merah yang tidak disemen. Lagi

Rendra di mata mereka

RendraAlfons Taryadi, penulis, 73 tahun, ”Ia adalah penyair dan dramawan besar Indonesia. Pada awalnya dia sangat orisinal. Dia menggunakan kata-kata yang sehari-hari, bukan kata-kata yang muluk-muluk dari seorang pujangga. ”

Gunawan Muhamad, penyair, wartawan, 68 tahun,”Rendra datang dengan sebuah paradigma. Kalimat dan bahasa tak lagi mampu membungkus kebesaran seorang WS Rendra…sumbangan Rendra dari masa 1950-an tetap penting dan tak boleh diabaikan.” Lagi

Previous Older Entries

Maste

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.