14 Agustus 2009
Sabda Pagi

Gembala yang Baik
Kemudian seperti gembala, Allah memimpin umat-Nya dan membimbing mereka melalui gurun. Dia membimbing mereka dengan aman sehingga mereka tidak takut, tetapi musuh mereka mati lemas di dalam laut. Dia membawa umat-Nya ke tanah-Nya yang suci, ke gunung yang telah ditaklukkan-Nya sendiri. Dia mengusir penduduk di situ sedang umat-Nya mara, lalu membagikan negeri itu kepada semua suku Israel, dan memberi mereka tempat kediaman musuh
(Mazmur 78: 52-55).
Allah serupa gembala yang baik. Ia memimpin di pucuk depan barisan. Sekaligus mencari perhentian yang nyaman, berumput hijau dan berair jernih. Sambil memandang ke sekeliling, sekiranya ada musuh penyerang datang. Ia tidak segan berlari ke samping kanan atau kiri dan mundur jauh ke belakang. Siapa tahu ada yang tidak kuat lagi berjalan. Atau malah telah jatuh sakit. Sambil membimbing dan mengarahkan perjalanan agar tidak ada yang terinjak, tersesat dan tercecer. Di bawah penggembalaanNya, dipastikan semua akan mendapat tempat perhentian aman dan nyaman. Kesan itulah yang tertangkap ketika menatap gambar Gembala yang Baik. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pagi, Sabda | Ditandai: berubahnya gambar domba, Gembala yang Baik, sabda pagi, serigala berbulu domba |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
13 Agustus 2009
Sabda Pagi
Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali. Mereka tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan (Mazmur 78: 39,42 (baca 39-51)).
Masih ingat lagu kocak ini?
…
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya 2X
Ingat, ingat ingat ingat, cuma ingat kuncinya 2X
…
Ya, ini adalah lagu dari Kuburan Band. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pagi, Sabda | Ditandai: Jangan lupakan Tuhan, kuburan band, lupa dan ingat, mazmur, sabda pagi |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
12 Agustus 2009
Sabda Pagi

Sisi Gelap
Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia. Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya. Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya. (Mazmur 78:36-38).
Berbohong dan menipu lekat dengan manusia. Jengkel, marah, bahkan dendam bagi mereka yang menjadi korbannya. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pagi, Sabda | Ditandai: keblinger, Pagi, Sabda, sisi gelap manusia |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
30 Juli 2009
Sabda Pagi

Recorder
Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang (Mazmur 22: 31).
Candra berumur tiga tahunan. Dulu, ia adalah anak perempuan yang pendiam. Baik di gereja. Di rumah maupun di tempatnya bermain. Namun, sejak masuk pre-school, ia sering menyanyi sendiri. Nyanyiannya tentang angka, huruf, binatang dan teman-temannya. Kadang, ia menyanyi di ruang tamu. Kadang di depan cermin. Atau, kadang di kamar mandi. Betapa orang tuanya senang melihat hal ini. Nampaknya, Candra merekam pelajaran di ‘sekolah’-nya dengan baik. Kemudian, sesampainya di rumah, rekaman itu ‘diputar ulang’.
Seperti spon, anak memilik daya serap yang tinggi. Mata dan telinganya menjadi perekam yang sangat peka. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Pagi, Sabda | Ditandai: Gambar Tuhan, mazmur, rekaman |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang
29 Juli 2009
Sabda Pagi
Orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; (Maz 22: 27-28)

Rumah di Tengah Sawah
Mall Citraland sepi, tidak seramai biasanya. Nampaknya, pameran perumahan oleh developers telah berlangsung beberapa hari. Maket-maket dipajang di lantai bawah. Berbagai model dan tipe rumah ditawarkan. Beberapa orang terlibat dalam percakapan serius dengan penjaga. Mereka suami-istri muda usia. Mungkin sedang mencari rumah idaman yang dirasa cocok. Beberapa lagi, nampak sudah berusia. Mungkin sudah punya rumah, tapi ingin punya investasi properti. Dari satu stand ke stand lain tertata rapi. Cuci mata menjadi menyenangkan.
Hmm, mengapa orang mencari rumah? Sebab, rumah bukan hanya sekedar sebentuk bangunan tempat tinggal. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pagi, Sabda | Ditandai: Allah, mazmur, rumah, ziarah |
Permalink
Ditulis oleh jarankepang