<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>J a r a n   K e p a n g</title>
	<atom:link href="http://jarankepang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jarankepang.wordpress.com</link>
	<description>menganyam perjalanan, mengenyam kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 14:15:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jarankepang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>J a r a n   K e p a n g</title>
		<link>http://jarankepang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jarankepang.wordpress.com/osd.xml" title="J a r a n   K e p a n g" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jarankepang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sahabat 1</title>
		<link>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/14/sahabat-1/</link>
		<comments>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/14/sahabat-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 18:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jarankepang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Maste]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarankepang.wordpress.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih atas rindu dan cinta yang menyiksa lalu menjadi bara<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarankepang.wordpress.com&amp;blog=8079825&amp;post=847&amp;subd=jarankepang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih<br />
atas rindu<br />
dan cinta yang menyiksa<br />
lalu menjadi bara</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarankepang.wordpress.com/847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarankepang.wordpress.com/847/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarankepang.wordpress.com&amp;blog=8079825&amp;post=847&amp;subd=jarankepang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/14/sahabat-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2168141004dd72a7285f65adedd10ab?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jarankepang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Latar Belakang dan Sekilas Sekularisasi</title>
		<link>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/14/latar-belakang-dan-sekilas-sekularisasi/</link>
		<comments>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/14/latar-belakang-dan-sekilas-sekularisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 18:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jarankepang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[naivette]]></category>
		<category><![CDATA[Pentakostalisme]]></category>
		<category><![CDATA[sekularisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarankepang.wordpress.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[Agama tergeser dari ruang publik dan juga ruang privat, digantikan oleh rasionalitas. Karena rasionalitas pada abad 18 ini menyebabkan manusia semakin luas memahami dunia. Dulu, manusia mengisi banyak ruang yang tidak dimengertinya dengan Tuhan, jin, tahayul, magis, dan roh nenek moyang. Tuhan adalah penolong sekaligus penambal lubang ketidaktahuan. Maka ketika rasionalitas makin hari makin canggih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarankepang.wordpress.com&amp;blog=8079825&amp;post=844&amp;subd=jarankepang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agama tergeser dari ruang publik dan juga ruang privat, digantikan oleh rasionalitas. Karena rasionalitas pada abad 18 ini menyebabkan manusia semakin luas memahami dunia. Dulu, manusia mengisi banyak ruang yang tidak dimengertinya dengan Tuhan, jin, tahayul, magis, dan roh nenek moyang. Tuhan adalah penolong sekaligus penambal lubang ketidaktahuan. Maka ketika rasionalitas makin hari makin canggih dan banyak penemuan, makin Tuhan tersingkir. Di Barat, makin lama ruang bagi ilmu pengetahuan makin besar, dan makin sempit ruang untuk Tuhan. Agama menjadi sesuatu yang sangat-sangat privat. Agama yang dulu telah diceraikan dari politik, sekarang terdesak ke ruang-ruang sempit. Inilah latar belakang teori sekularisasi.</p>
<p>Ini sedikit cerita. Dulu, pernah ada bantuan Belanda untuk program pembangunan jemaat Indonesia. Ternyata orang-orang Belanda yang datang punya kaca mata bawaan yaitu kaca matasekularisasi. Mereka memandang bahwa gereja-gereja di Indonesia mulai ditinggalkan warganya. Padahal, di Indonesia agama-agama berkembang, tidak seperti di Belanda banyak yang sudah tutup buku. Jadi tidak semua mengalami sekularisasi, yang mengalami pusatnya hanya terutama di Eropa Barat.</p>
<p>Bahkan Peter Berger pernah meramal bahwa agama akan surut dalam buku The Secular City. Sekarang ia bertobat lalu mengeluarkan buku berjudul The Desecularisation. </p>
<p>Di Amerika Latin, Amerika Utara, Amerika Serikat sekarang malah semakin banyak orang beragama, jauh lebih banyak dari 100 tahun lalu. Jadi,  agama malah bertumbuh tidak seperti yang terjadi pada abad 18. Di Amerika-sesuai konstitusi- institusi agama tidak boleh berpolitik, terpisah dengan tajam dari ruang publik. Banyak gereja dan ragamnya macam-macam. Ada banyak sekte yang aneh dan gila-gila. Tidak seperti di Eropa Barat, di Amerika tidak ada gereja yang dibiayai negara, yang disebut sebagai gereja independent. Pentakostalisme tumbuh dengan subur. Lalu berkembang, bersaing, tutup dan buka lagi. Konflik di dalam Islam di Amerika juga luar biasa, karena masing-masing bisa mendirikan musola. Banyak orang berkulit hitam menjadi orang Islam lalu gaya hidupnya yang khas, karena ia Amerika_Islam namun tidak mau tunduk pada budaya Arab tempat Islam berasal! Konflik semakin ini justru menyumbangkan perkembangan pluralitas agama di Amerika. </p>
<p>Dalam konstitusi, pemerintah tidak boleh mendukung salah satu agama. Di sekolah tidak boleh berdoa, atau pun saat hening. Intinya semua institusi yang didukung pemerintah harus sekuler, karena pajak dibayar dari berbagai golongan. George W Bush pernah membagikan uang pemerintah pada lembaga sosial keagamaan. Uangnya untuk  aksi sosial tidak boleh untuk penginjilan. Karena institusi gereja lebih dekat dan lebih cepat dalam menyalkurkan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Dalam pandangan ekstrem sekuler, jika orang berpolitik tidak boleh berbicara apa-apa tentang agama, namun orang atheis- humanis boleh mengatakan ini itu maka sebenarnya pemerintah dianggap anti agama dan mendukung atheisme! Misalnya soal aborsi. Supreme of Court (Mahkamah Agung?) telah memutuskan bahwa aborsi adalah pilihan pribadi, bukan urusan pemerintah. Bagi Kristen konservatif pemerintah dianggap sebagai pendukung pembunuhan. Kemudian dijawab, bahwa itu dari pandangan agama saja. Hal ini mesti diserahkan kepada perempuan, karena itu adalah bagian dari tubuhnya. Intinya pemerintah tidak punya urusan dengan pandangan moral yang beginian. Pemerintah adalah wasit netral saja. Orang silakan jalani hidup masing-masing asal tidak merugikan/menyakiti orang lain. </p>
<p>Dalam setiap pemilu, masalah moral justru menjadi dagangan politik. Misalnya, George Bush terpilih lagi untuk ke dua kali karena ia anti aborsi, anti homoseksual, anti seks bebas dan menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga. Walaupun yang memilih tidak suka pada pikiran Bush tentang tindakan perangnya.</p>
<p>Keterasingan yang diakibatkan oleh perubahan sosial yang sangat cepat saat ini, justru menyebabkan agama berkembang didunia ini. Agama menjadi dasar kehidupan dan identitas politik.</p>
<p>Robert Ballard menjelaskan tentang fenomena menyusut dan berkembangnya agama.<br />
Pertama, first Naivette, adalah pemahaman bahwa agama dapat menjelaskan semua hal. Karena perkembangan teknologi, agama dtinggalkan menjadi orang-orang menjadi atheis. Second naivette: orang-orang beragama kembali namun tidak lagi tidak secara literal atau harafiah. Memandang agama sebagai pengatur hidup, sumber kesenian yang tinggi, mengharukan dan memberi semangat mereka. </p>
<p>Mungkin di Eropa sudah masuk ke second naivette, sebuah tahap tumbuh nya kedewasaan, yang menyebabkan pemahaman bahwa bergereja adalah pilihan. Meskipun ibadah dibuat sangat menarik, jemaat yang datang sedikit. Maka jika negara mengalami krisis keuangan, gereja akan kebingungan karena terpengaruh di mana jemaatnya tidak memberi persembahan. Namun, di Indonesia malah terjadi sebaliknya, justru ibadah di Indonesia tidak menarik, tidak berseni tetapi banyak dihadiri jemaat dan persembahan makin besar justru ketika terdapat kesulitan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarankepang.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarankepang.wordpress.com/844/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarankepang.wordpress.com&amp;blog=8079825&amp;post=844&amp;subd=jarankepang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/14/latar-belakang-dan-sekilas-sekularisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2168141004dd72a7285f65adedd10ab?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jarankepang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Paling Masygul Sedunia</title>
		<link>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/07/hari-paling-masygul-sedunia/</link>
		<comments>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/07/hari-paling-masygul-sedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 07:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jarankepang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[ati-ati]]></category>
		<category><![CDATA[Gemi]]></category>
		<category><![CDATA[masygul]]></category>
		<category><![CDATA[nastiti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarankepang.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Selasa, 6 Desember 2011 kemaren, adalah hari paling masygul sedunia. Jika seminggu ada 7 hari, dari Minggu sampai Sabtu, entah di mana Hari Paling Masygul Sedunia ini disisipkan. Mungkin, minggu ini tidak terdiri dari 7 hari, tetapi lebih panjang, karena ada hari paling masygul itu, hari ke 8 sampai 99 dalam seminggu ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarankepang.wordpress.com&amp;blog=8079825&amp;post=837&amp;subd=jarankepang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Selasa, 6 Desember 2011 kemaren, adalah hari paling masygul sedunia. Jika seminggu ada 7 hari, dari Minggu sampai Sabtu, entah di mana Hari Paling Masygul Sedunia ini disisipkan. Mungkin, minggu ini tidak terdiri dari 7 hari, tetapi lebih panjang, karena ada hari paling masygul itu, hari ke 8 sampai 99 dalam seminggu ini.</p>
<p>Begini peristiwa nahas itu terjadi berturutan:<br />
Pagi hari. Ketika keluar rumah, siku tangan kanan lecet karena kena paku di pintu ketika mengeluarkan motor. Siang hari. Ketika sedang mengangkat tas, kamera dengan lensa 50m f1.8 jatuh. Pecah-lah lensanya, berserakan di lantai. Sore hari. Kursi baca yang hendak ku duduki remuk karena reyot dan hampir menjatuhkan diriku. Ketika malam datang aku merenung, khas seorang Jawa: <em>Hari apa to ini, kok banyak peristiwa yang menimpa diriku?</em> <em>Banyak betul keteledoran yang aku buat? </em>Orang lain bisa saja menggoda, &#8220;apa hubungannya antara si &#8216;hari&#8217; dengan maste? Biarlah&#8230; Itung punya itung, akibat keteledoran ku ini jika dirupiahkan kira-kira 2 juta rupiah. Ini satu hari saja.</p>
<p>Coba, jika mundur sedikit, 2 minggu saja. Ingat hape yang jatuh minggu lalu? Akibat jatuh, jelas bagian cover belakang retak. Terus, semalam bagian kunci yang segede upil, coplok. Dan untuk mengganti yang segede upil itu seharga 400 ribu. O ya, minggu lalu, ketika berkemas, karena kurang hati hati, kabel charger hape tidak berfungsi. Nilai rupiahnya 150 ribu. Silakan itung sendiri. Ini nilai 2 minggu yang lalu.</p>
<p>Ternyata keteledoran ku hari-hari ini lumayan besar nilainya. Ini baru hari-hari ini. Cuma, jika mundur sebulan yang lalu: hape istri diservis pake minyak kayu putih di mesinnya oleh si kecil. Langsung matot, mati total! Setahun yang lalu, alat perekam ku masuk mesin cuci, karena terselip di saku celana dan tidak sempat dikeluarkan. Dua tahun yang lalu, berapa banyak cangkir yang biasa untuk menjamu tam-tamu di rumah harus dibuang karena &#8216;telinganya&#8217; gempil&#8230;Huh, gila juga ya kerugian materialnya! Hah, ini baru materialnya, kalau dihitung kerugian imaterialnya berapa, tuh? Hih, tak terbayangkan&#8230;</p>
<p>Orang Jawa biasanya mengatakan &#8216;untung&#8230;baru segini coba kalau segitu&#8230;&#8217; dalam keadaan rugi serugi apa pun. Entah untuk menghibur diri atau memang mikrochip yang tertanam dalam jiwa sudah diprogram spontan. Aku juga begitu: Untung body kameranya masih bisa jalan. Untung hape masih berfungsi. Untung&#8230;entah apa arti kata untung ini&#8230;</p>
<p>Barangkali idiom untung ini untuk mengingat bahwa manusia mesti selalu bersyukur dalam keadaaan semalang apa pun. Hah? Untuk apa pula bersyukur kalau nyatanya menderita? Yaelah, ya jelas untuk menghibur diri, supaya  bisa melanjutkan hidup dengan ringan hati. Karena hidup itu sendiri sudah berat, lha, kalau masih harus memikirkan dan terbebani dengan peristiwa yang terjadi di masa lampau, kapan jalan dan majunya?Iya, tho? Ini dalam rangka mengobati diri dari kemasygulan tentu saja.</p>
<p>OK. Kita terima yang telah terjadi. Tetapi peristiwa ini tidak boleh dilupakan, bahkan sebagai pengingat agar ke depan tidak (sering) terulang lagi. Masa, keledai aja tidak terantuk batu dan jatuh di lubang yang sama, kok! (Lha, aku kan manusia, kadang malah sengaja cari batu dan cari lubang&#8230;he he&#8230;).</p>
<p>Ingat pepatah Jawa: <em>gemi, nastiti (setiti), ngati-ati</em>. <em>Gemi</em> berarti hemat, tidak boros. Kebetulan minggu ini aku punya niat makan sederhana. Jadi dalam rangka <em>gemi</em> rasanya sudah di jalan yang tepat. Semoga teman-teman paham, sehingga aku tidak dianggap pelit. Syukur-syukur sering ditraktir. <em>Nastiti</em> berarti teliti. Segala sesuatu dicermati, dicatat dan diingat-ingat. Sehingga barang yang ada dirawat, tidak ketlingsut, hilang percuma. Betul, ternyata banyak barang yang tertumpuk begitu saja seperti buku yang baru dibeli dan tak pernah dibuka.  <em>Ngati-ati</em> berarti hati-hati, jangan sampai rusak. Lha, ini sulit. Karena ini harus mengubah perilaku yang sering sembrono. Banyak barang rusak karena sesungguhnya aku teledor!</p>
<p>Ingat, jangan teledor ya&#8230;3i: gemi, nastiti, ngati-ati!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarankepang.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarankepang.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarankepang.wordpress.com&amp;blog=8079825&amp;post=837&amp;subd=jarankepang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarankepang.wordpress.com/2011/12/07/hari-paling-masygul-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2168141004dd72a7285f65adedd10ab?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jarankepang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
