Bohong itu Boleh

1 Samuel 20:24-29

sssttttSesudah itu bersembunyilah Daud di padang. Ketika bulan baru tiba, duduklah raja pada meja untuk makan.Raja duduk di tempatnya seperti biasa, dekat dinding. Yonatan berhadapan dengan dia, Abner duduk di sisi Saul, tetapi tempat Daud tinggal kosong. Dan Saul tidak berkata apa-apa pada hari itu, sebab pikirnya: “Barangkali ada sesuatu yang terjadi kepadanya; mungkin ia tidak tahir; ya, tentu ia tidak tahir.” Pada hari sesudah bulan baru itu, pada hari yang kedua, ketika tempat Daud masih tinggal kosong, bertanyalah Saul kepada Yonatan, anaknya: “Mengapa anak Isai tidak datang makan, baik kemarin maupun hari ini?” Jawab Yonatan kepada Saul: “Daud telah meminta dengan sangat kepadaku untuk pergi ke Betlehem, katanya: Biarkanlah aku pergi, sebab ada upacara pengorbanan bagi kaum kami di kota, dan saudara-saudaraku sendirilah yang memanggil aku. Oleh sebab itu, jika engkau mengasihi aku, berilah izin kepadaku untuk menengok saudara-saudaraku. Itulah sebabnya ia tidak datang ke perjamuan raja.”

 

Hari ini Arsa bolos ke sekolah, tempat ia bermain-main.

Hujan tadi malam masih berlanjut hingga pagi ini. Udara yang sejuk membuatnya pulas tertidur. Mungkin kelelahan setelah semalam berlari-larian dengan teman-temannya. Atau kelelahan karena  dipaksa diam lama ketika digendong ibunya, menunggu hujan deras reda di emperan toko. Rasanya, anak kecil ini (usia 2 tahunan) lebih baik di rumah, daripada hujan-hujanan di jalan ketika berangkat ke klub bermainnya.

Namun, alasan apakah yang tepat untuk disampaikan ke pengasuhnya? Arsa tidak dapat datang karena hujan. Kalau teman-temannya yang lain juga datang, padahal sama-sama kehujanan? Hujan kok buat alasan! Ah, nggak pas ya…Arsa nggak datang karena masih tidur. Ah, masak sudah jam 7 kok masih tidur. Kelihatan, sungguh malas (orangtuanya!) Arsa nggak datang karena masih capek-capek. Ah, alasannya kok kurang bermutu semua ya… Ternyata tidak mudah untuk membuat alasan yang tepat, yang tidak menyinggung perasaan, yang juga tidak merendahkan martabat diri sendiri. Sungguh sulit mencari alasan yang pas…yang nggak terlalu kelihatan bohongnya. Bukankah kebohongan yang satu, akan beranakpinak melahirkan kebohongan yang lain?

Untunglah, suara pengasuh diseberang sana ketika ditelepon bahwa hari ini Arsa tidak datang, segera menyahut,”O ya, tidak apa-apa. Biasanya kalau hujan juga tidak pada datang kok, Bu!” Mak plong hati si ibu.

Hari ini, kita melihat kebohongan Yonatan. Sekalipun kebohongan ini tidak diketahui Saul, ketika ia menanyakan dimanakah Daud, kenapa ia tidak ikut makan perjamuan? Saul menduga bahwa Daud sedang tidak siap, tidak tahir (Ada yang tahu, kira-kira apa ya, yang menyebabkan Daud sebagai laki-laki tidak tahir?). Yonatan mengatakan bahwa Daud pergi ke Betlehem sedang bersilaturahmi dengan segala kerabatnya. Padahal di ayat paling awal kita tahu: bersembunyilah Daud di padang. Bukan pergi tetapi bersembunyi. Bukan di Betlehem tetapi di padang (mungkin padang yang di Betlehem?) Sekarang bagi kita jelas, Yonatan lebih memilih berbohong daripada membiarkan nyawa sahabatnya terancam. Yonatan berupaya dengan segala cara agar sahabatnya tidak menjadi korban kekejaman ayahnya.

Sering kali terdengar nasehat, “Jadi orang tidak boleh bohong!” Sebagai generasi yang baik aku mewariskannya kepada penerusku,”Kamu tidak boleh bohong, Nak!” Rasanya, ini nasehat yang baik. Tetapi harus lihat situasi dan kondisinya. Tanpa melihat sikon, berhadapan dengan kisah Yonatan ini, nasehat yang baik itu jadi terasa naif. Bagaimana tidak, masak aku akan mengatakan,”Itu lo dia ada di sana!” Kemudian tanpa ba-bi-bu nyawanya melayang, wah, ya nanti dulu.

Jika yang dipertaruhkan nyawa manusia yang lemah dihadapan penguasa yang sewenang-wenang, maka harus tegas juga dinyatakan: Bohong itu boleh! Berpihak itu harus!

 

“Tuhan, aku tahu Engkau Maha Tahu. Engkau tahu kebohonganku yang benar. Engkau juga tahu kebenaranku yang bohong. Engkau juga tahu, bahwa aku tidak tahu perbedaan antara yang benar dan yang bohong…”  (Doa Pembohong, Maste)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s