Teror Briefing

1Samuel 22:6-10

Pramuka http://www.flickr.com/photos/ferygoodfam/2638043154/ Hal itu terdengar oleh Saul, sebab Daud dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia telah diketahui tempatnya. Adapun Saul ada di Gibea, sedang duduk di bawah pohon tamariska di bukit, dengan tombaknya di tangan dan semua pegawainya berdiri di dekatnya. Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya: “Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan kebun anggur, apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus, sehingga kamu sekalian mengadakan persepakatan melawan aku dan tidak ada seorangpun yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku mengikat diri dengan anak Isai itu? Tidak ada seorangpun dari kamu yang cemas karena aku, atau yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku telah menghasut pegawaiku melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini.” Lalu menjawablah Doeg, orang Edom itu, yang berdiri dekat para pegawai Saul, katanya: “Telah kulihat, bahwa anak Isai itu datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub. Ia menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya kepadanya.”

“Aduh, sebentar lagi briefing!” Bukan hanya satu dua anak-anak dalam perkemahan yang mengeluh. Hampir semua tidak suka kata ini. Barangkali hanya kakak pembina yang suka. Breifing di perkemahan ini tidak hanya berarti pengarahan singkat dalam upacara kecil. Sebaliknyalah yang sering terjadi. Briefing bisa berarti interogasi berkepanjangan. Disertai dengan hukuman yang diada-adakan, demi terselenggaranya pembinaan kepatuhan dan ketaatan yang baik dan benar. Yang terjadi, banyak adik-adik yang mengakui kesalahan. Dihukum jalan jongkok tiga kali putaran. Ada yang suka rela. Lebih banyak yang tidak suka dan tidak rela. Setiap pagi dan sore diadakan briefing. Setiap kali pula ada jalan jongkok. Kesimpulannya ada dua. Pertama, hukuman akan tetap ada selama ada briefing. Jika ingin tidak ada hukuman maka briefing ditiadakan saja. Ini disukai adik-adik. Atau, kedua, memang kesalahan selalu ada, maka diperlukan briefing. Jika tidak ingin di-briefing, maka jangan melakukan kesalahan. Ini disukai kakak pembina. Mendengar kata briefing, telinga yunior serasa diteror. Atau sebaliknya, justru serasa candu yang dirindu, ketika yang yunior naik pangkat jadi senior.

Ya, ini kenangan masa lalu. Kenangan yang muncul ketika membaca Saul sedang mem-briefing anak buahnya. Ini bisa berarti Saul sedang membina anak buahnya. Atau, Saul sedang meneror anak buahnya. Mencuci bersih. Dalam upacara kecil inilah Doeg melaporkan kehadiran Daud di pesanggrahan Ahimelek yang telah memberikan bekal dan pedang Goliat. Ini berarti Doeg telah memperlihatkan kepatuhan dan ketaatannya pada Saul. Jadi, briefing Saul berhasil!(Biasanya, dalam briefing ada yang dihukum. Siapakah yang kemudian dihukum?) Ketaatan dan kepatuhan telah diraih dari pengikutnya. Meskipun, kekalahan yang sangat besar sesungguhnya telah disandang; orang kepercayaannya dan Yonatan (anaknya) telah berkomplot untuk tidak patuh dan tidak taat. Bahkan sekarang menjadi lawannya.

Saul telah menunjukkan bahwa teror lahir dari hati yang kotor, dengan karakter pongah untuk menutupi jiwa yang lemah. Merasa berkuasa sekaligus tak berdaya. Di tengah keriuhan tetapi menderita kesepian. Karakter semacam ini bukan hanya hidup di masa lalu. Malah, sekarang semakin banyak, seperti dikloning saja. Dan biasanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain, yang kemudian ia dikelompokkan dalam kategori orang sulit. Orang yang keberadaannya dianggap hanya akan menjadi masalah. Apalagi jika ia punya jabatan dan harta. Maka ia akan segera menjelma menjadi ancaman yang menakutkan. Dengan demikian ia telah berhasil menebar teror dengan sendirinya, tanpa perlu upaya dirinya. Akhirnya, ia menikmati dan kecanduan ekspresi orang lemah yang ketakutan. Sebab ia butuh pengikut yang sejalan bagi jiwanya yang juga lemah, tak berdaya dan kesepian. Sekalipun, ia tidak tahu ke arah mana jalan yang ditempuh akan berujung…yang penting teror briefing jalan terus.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s