Pagi Indah

Sabda Pagi

Senin, 6 Juli 2009

Mazmur 5: 2-4

Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku. Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa. TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

 

Pagi yang indah. Mentari baru terbit. Langit biru. Udara sejuk dan bersih. Cahaya menerobos tirai, jatuh di lantai. Berpendar mengenai perabot dan kursi-kursi. Jendela dibuka. Bunga-bunga berwarna-warni. Burung berkicau. Sungguh pagi yang pantas disambut dan disyukuri. Itulah sebabnya, pagi adalah saat yang tepat untuk menaikkan syukur dan doa untuk mengawali hari.

Sayangnya, tidak setiap pagi akan disambut dengan syukur. Bukan karena pagi yang datang disertai mendung atau hujan. Atau mentari sedang sibuk di tempat lain sehingga tidak membagikan sinarnya di sini. Tetapi ini, lebih disebabkan karena mimpi semalam terlalu seram dan menggelisahkan. Atau kepala terasa pening, karena penuh dengan agenda kerja yang tidak selesai-selesai. Atau, otot-otot tubuh terasa tegang seperti dipaku di ranjang.  Jantung deg-degan terus, sehingga melewatkan malam tanpa terpejam. Hmm, jika seperti ini yang terjadi, mulut betul-betul terasa pahit. Tidak akan sanggup bersiul menirukan kicauan burung. Apalagi tersenyum menyambut pagi.

Beda bagi penulis Mazmur ini. Bahwa pagi tidak selalu diiringi  sinar mentari dan kicauan burung, malah kadang disertai dengan hujan deras, ini realita. Bahwa tidak selalu manusia akan sukses dan dapat memecahkan persoalan, ini fakta. Tetapi, mengapa pagi disebut tidak indah jika diiringi mendung? Bukankah mendung juga ciptaan Tuhan? Mengapa pagi menjadi tidak indah jika sedang penuh masalah? Bukankah dibalik masalah ada berkah? Bagi pemazmur, pagi yang indah adalah jika ia dapat berdoa, bertemu Allah. Justru dihadapanNya itulah, segala puji syukur dinaikkan, segala keluh dikesahkan. Pagi yang indah tidak lagi tergantung pada kicau burung, matahari, udara pagi, sukses atau bermasalah. Iya, kan? Siapa tidak setuju dengan pemazmur ini?

O, Allah betapa indah!

One thought on “Pagi Indah

  1. Pertamaaaxx…!
    Salam kenal,
    Pagi itu selalu indah jika kita mau ingat sama malam yang kelam. Pagi itu selalu hangat jika kita mau ingat malam yang dingin.
    Selamat Pagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s