Perkunjungan ke GKJ Semarang Timur

GKJ Semarang Timur
GKJ Semarang Timur

Selepas persimpangan Bubakan, jalan penuh batu dan berdebu. Di sini mobil Pak Sulendro PA macet terendam air ketika dulu akan menghadiri Kebaktian Perayaan 25 tahun Pelayanan Pdt Nomolas. Sekarang, aspalnya hilang terbawa rob. Debu tebal beterbangan di belakang truk tangki besar. Pasar Kobong  belok kanan sudah sampailah tujuan. Bebas sudah dari debu.

Jam tujuh malam kurang sepuluh. Belum banyak warga yang hadir sehingga tempat parkir masih luas. Beberapa orang sibuk sedang menata konsumsi dan mejanya. Nampaknya, Mba Lis dan keluarga sedang menata laptop dan LCD.

Sesaat kemudian hadir Mas Bambang beserta istri, Pak No dan ibu, Mas Yoyok serta para hadirin yang lain. Kemudian masuk ke gedung gereja dan acara segera dimulai.

Majelis GKJ Semarang Timur
Majelis GKJ Semarang Timur

Pak Pur selaku Ketua dan ditemani oleh rekan majelis membuka acara. Selanjutnya, Pak No menyampaikan Firman dari 1 Korintus 9:24-27, tentang hidup bergereja sebagai latihan untuk merebut ‘mahkota rohani’. Seperti Siti Aminah yang sering berangkat sekolah dengan berlari pulang pergi akhirnya jadi juara lari marathon tingkat SMP.  

Setelah renungan acara inti dimulai, yaitu makan malam bersama. Ada beberapa masakan tersaji. O, oseng daun kates campur teri! Silakan dibayangkan…hmmm…

GKJ Semarang Timur menyelenggarakan 3 kali ibadah di dua tempat ibadah. Satu di Raden Patah (jam tujuh pagi dan lima sore), satunya lagi di Sawah Besar (jam setengah sembilan pagi). Dalam usia 63 tahun, jumlah warganya tahun 2009 tercatat 559 jiwa yang diampu oleh 24 anggota majelis. Disamping berbagai program dan kegiatan yang lain, nampaknya topik tentang Pembangunan Pastori baru, Penahbisan dan Emeritasi pendeta menjadi tema yang menonjol. Bersyukur, GKJ Semarang Timur telah menyelesaikan pembangunan pastori senilai Rp 360 juta, belum terhitung persembahan berwujud kebendaan. Sekarang pastori baru tersebut ditempati Mas Yoyok selaku calon pendeta yang direncanakan akan ditahbiskan pada bulan Agustus 2010. Sementara itu, Pak No akan emeritus tahun 2012. Ini juga baru rencana yang memang perlu dipersiapkan dengan sebaikbaiknya.

Visitator
Visitator

Seperti dalam perkunjungan sewajarnya, setelah para visitator menyampaikan salam, warta sinodal, klasikal maka  dilanjutkan dengan percakapan program gereja. Lalu, pukul sebelas malam, perkunjungan diakhiri dan pulang.

Sayonara, sayur daun kates!

3 thoughts on “Perkunjungan ke GKJ Semarang Timur

  1. Oseng2 daun kates yang “mak nyus” membangkitkan selera makan pd malam itu.
    Begitu pun dengan berbagai program yang awalnya di rasa berat, tp dengan “manajemen iman”, keyakinan bahwa Tuhan akan mencukupkan segalanya dan Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan maka jemaat GKJ Semarang Timur tetap tegap melangkah dalam situasi apapun. Terpujilah Tuhan.
    Oseng-oseng daun kates “membangkitkan” selera makan, berbagai keterbatasan dan kendala semakin “meneguhkan” kami bahwa Allah selalu beserta kami. Thx God
    Terima kasih kepada Tim visitator Klasis Semarang Timur, atas segala masukan dan supportnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s