Rendra di mata mereka

RendraAlfons Taryadi, penulis, 73 tahun, ”Ia adalah penyair dan dramawan besar Indonesia. Pada awalnya dia sangat orisinal. Dia menggunakan kata-kata yang sehari-hari, bukan kata-kata yang muluk-muluk dari seorang pujangga. ”

Gunawan Muhamad, penyair, wartawan, 68 tahun,”Rendra datang dengan sebuah paradigma. Kalimat dan bahasa tak lagi mampu membungkus kebesaran seorang WS Rendra…sumbangan Rendra dari masa 1950-an tetap penting dan tak boleh diabaikan.”

Jockie Surjoprajogo, musikus, 55 tahun, “Dari Mas Willy, saya memahami fungsi kesenian dan peran serta tanggung jawab seniman dalam tata kehidupan; bahwa seniman tak boleh takut miskin…”

Niniek L Karim, psikolog, seniman, 60 tahun, “WS Rendra adalah seorang yang setia dengan naluri-nalurinya dan berani menjalaninya dengan mantap. Norma baginya adalah norma WS Rendra, bukan norma umum.”

Sitok Srengenge, penyair, 44 tahun, “Mas Willy orang pertama yang mengingatkanku, seniman itu bukan profesi coba-coba. Seniman itu pilihan hidup, itu jalan hidup.”

Sudomo, mantan Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, 82 tahun, “Rendra adalah seorang budayawan besar yang berani mengkritik pemerintah melalui puisinya tanpa takut akibat yang timbul.”

Sutardji Calzoum Bachri, penyair, 68 tahun, ”Saya tidak bersedih atas meninggalnya WS Rendra karena Rendra sebenarnya tidak pernah pergi. Seniman besar tak pernah pergi. Karyanya selalu besar. Dalam hal baca puisi dia menyajikan puisi di atas panggung menjadi menarik. Tidak kaku, formal, atau sekadar pakai piano dan dinyanyikan mengalun-alun. Dia tampil lugas, bagus dan menggunakan segala perangkat dari unsur-unsur teatrikalnya.”

Toety Heraty, penyair, dosen filsafat, 75 tahun, “Saya mendapat kehormatan ketika Rendra datang dan menganggap saya sebagai sesama penyair. Saya waktu itu baru mulai menulis…pada masa mudanya, Rendra sangat berpengaruh dan memberi inspirasi kepada banyak orang,..”

(dikutip dari KOMPAS, Sabtu, 8 Agustus 2009, hal. 12)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s