Dari WC Rasa Berasal

Ngopi di Kamar Mandi
Ngopi di Kamar Mandi

Sebuah warung makan sangat sederhana terletak di sayap kanan sebuah bangunan pertunjukkan. Pentas wayang baru saja dimulai. Barangkali, semua penonton malam ini begitu fokus menantikan sajian panggung malam ini, sehingga kios yang biasanya ramai sekarang hanya seorang pembeli yang bertransaksi.

Seorang bapak memesan mie rebus. Setelah pesan ia pergi sebentar. Maka pelayan warungpun mempersiapkan pesanan sang pemesan.

Cukup mengejutkan, pelayan membawa panci berisi air keluar dari arah WC! Kemudian menuju kompor dan merebusnya. Ternyata kejadian itu tidak lepas dari pengamatan sang pembeli.

Tak segan-segan pembeli itu bertanya dengan suara keras, “Air itu untuk buat mi rebus ku, Mbak?”

“Inggih, Pak!” Jawab Mbak pelayan.

“Jangan pakai air itu. Pakai air aqua aja. Jangan!” Sang pembeli mengerutkan alisnya.

Si Mbak pelayan bingung. Ia bertanya kepada teman pelayan yang lain, air aqua mana yang biasa dipakai? Teman-temannya menggeleng, sebab tidak ada air aqua untuk bikin mie rebus. Air aqua galon di dispenser hanya untuk bikin kopi atau teh panas.

Melihat ini, si bapak mengambil botol air kemasan di atas meja, “Pake ini!”

Maka si mbak pelayan pun mengganti airnya dengan air botol kemasan, lalu melanjutkan acara memasak mie rebus. Setelah matang, disajikan kepada bapak pembeli dan segera saja habis tandas.

Si bapak baru bisa menelan mie rebusnya jika airnya bukan dari WC. Tidak tahulah, apakah memang air dari WC di sini tidak layak untuk dikonsumsi. Atau memang, si bapak memiliki cara pandang tertentu terhadap kelayakan rasa berdasarkan kepantasan, moralitas dan kesehatan. Soal rasa-kata orang-subyektif sifatnya. Air di gunung serasa sejuk untuk diteguk. Matang atau tidak, berkuman atau tidak. Bandingkan: orang akan berpikir berkali-kali untuk menenggak langsung air dari kran di saluran kota ini.

Meskipun tidak harus, tempat (memang dapat) menentukan rasa!

Pertunjukkan di warung kecil ini tidak kalah mutunya dibanding lakon di dalam gedung pentas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s