Pak Wadi tetap sibuk

Pak Wadi
Pak Wadi

Biasa dipanggil orang, Pak Wadi. Kakek dari 4 cucu ini masih tampak bugar, meski telah memasuki usia 70 tahun menurut data warga. Sekarang, kegiatan sehari-hari selain MC (momong cucu) adalah mengolah sampah menjadi pupuk. Pembuatan pupuk dilakukan oleh orang-orang se-RW, namun kurang berjalan lancar. Pak Wadi termasuk yang memperlancar. Tidak heran, dirumahnya terdapat 5 boks pengolah sampah. Meskipun targetnya, setiap orang diberi 1 boks.

Sampah yang diolah adalah sampah rumah tangga organik, misalnya sisa sayur, nasi, bungkus daun, dll. yang bisa membusuk. Sedangkan yang tidak organik seperti plastik, dibuat kerajinan tangan seperti payung atau tas. Melalui kegiatan semacam ini, Pak Wadi bisa berkenalan dengan orang Jepang dan mahasiswa-mahasiswi Kimia UnDip. Ini adalah program Kelurahan Jomblang, dalam rangka APL, Alam Pesona Lestari. Membanggakan, meski  produknya belum bisa dijadikan uang.

Sebenarnya ini baru satu dari sederet kegiatan. Yang lain adalah berjualan minyak tanah di depan rumah. Sedangkan anaknya mendukung dengan jualan bensin. Di lingkungannya ia ‘menjabat’ bidang Kesra dan sering dipercaya mewakili hajatan RT, RW atau keluarga sebagai ‘talang basa’. Masih ditambah kerja sosial ini itu. Maklum, di sekitarnya memang jarang penduduk laki-laki. Kebanyakan wanita.

Di gereja demikian juga, banyak kegiatan diikutinya. Adiyuswa, Panembromo, Paduan Suara,…dll.Dengan pengalamannya dibidang kolportase-salah satunya-sekarang ia menangani penjualan buku di warung buku gereja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s