Sidang Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Semarang Barat XXXI

“Kesatuan Roh oleh Ikatan Damai Sejahtera”

Gereja Penghimpun GKJ Semarang Barat.
Bandungan, 8-9 Januari 2010

Dihadiri oleh utusan dari 11 GKJ: Sukorejo, Boja, Mijen, Kendal, Krapyak, Karangayu, Bulu Lor, Semarang Barat, Sampangan Kradenan, Kalilangse, dan Jatingaleh. Serta dihadiri oleh visitator Sinode GKJ, Klasis-klasis tetangga, para pendeta emeritus, para pengurus Bapelklas, Bawasklas, pengurus UUPDA, dll.

Ibadah Pembukaan oleh Pdt. Bambang Ir.
Ibadah Pembukaan oleh Pdt. Bambang Ir.

Dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Bambang Ir., dengan bacaan Alkitab dari Efesus 4:1-6 tentang kesatuan Roh yang mengikat keragaman pergumulan gereja. Rasul Paulus mendorong dengan kuat agar rendah hati dalam memelihara ikatan damai sejahtera. Sebab, jika keragaman tidak dipelihara dan tidak diakui maka menjadi acaman yang berbahaya. Dan jika dipelihara justru sangat berguna.

Dilanjutkan dengan sambutan Majelis GKJ Semarang Barat dan pembacaan kredensi. Hal yang menarik adalah keterangan tentang Undangan kepada pendeta emeritus didasari dalam pasal Tager atau Tata Tertib Sidang, serta sebagai tanggung jawab gereja penghimpun. Kemudian laporan surat-surat keluar dan masuk dari Gereja Penghimpun selaku panitia. Pemilihan pimpinan sidang yang dilakukan oleh utusan utama, terpilih ketua: Pdt. Sugeng dan Pdt. Natanael, Sekretaris, Pdt Sediyoko dan Pnt. Dwi Martanto.

Sebagian Peserta Sidang
Sebagian Peserta Sidang

Pleno II yang dipimpin oleh Pimpinan Sidang dilanjutkan dengan Pengesahan Acara Sidang, dengan tambahan materi dari sidang dari utusan Sidang sinode 25 dan UUPDA lalu Pengesahan Tata Tertib Sidang. Sambutan-sambutan diberikan oleh Klasis tetangga (Semarang Timur dan selatan) dan Pengunjung Persidangan Gerejawi (Visitator Sinode). Setelah pemilihan Tim Nominasi kemudian dilanjutkan dengan makan malam.

Seusai makan malam, acara dilanjutkan dengan mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Bapelklas XXX, dalam diri Pdt. Widyatmo dan laporan Bawasklas. Disusul dengan laporan dari pengurus UUPDA dan Utusan Sidang sinode XXV.

Setelah mendengarkan laporan-laporan maka, masuk dalam Sidang seksi-seksi. Doa malam diselenggarakan dalam penutup masing-masing sidang seksi.(dilanjutkan hari II. Sayang sekali ada acara di Semarang, sehingga meninggalkan tempat persidangan pada malam hari.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s