Menjadi Pusat Perhatian

Bacaan Alkitab: Yohanes 7:1-18

Obat_ganteng_1209200854
Iklan Obat Ganteng

Jaman ini adalah jaman kapital. Ukurannya: jika layak, kenapa tidak ‘dijual’? Maka, iklan menjadi dunia tersendiri yang menarik perhatian. Sebab, melalui iklan orang mencuri perhatian. Melalui iklan orang memberi perhatian. Tidak jarang, kualitas nomor sekian. Nomor satu: yang penting diperhatikan! Inilah yang disebut politik dagang. Atau dagang politik. Tidak jarang terjadi gesekan, yang satu mengharapkan yang lain jatuh. Dalam gemuruhnya iklan dagang maupun iklan politik ini, keheningan Sabda perlu didengarkan suaraNya.

Ketika itu Yesus sedang menjadi pusat perhatian, lebih tepatnya menjadi tokoh kontroversial jaman itu. Yohanes memberikan catatan, “Dan banyak terdengar bisikan di antara orang banyak tentang Dia. Ada yang berkata: “Ia orang baik.” Ada pula yang berkata: “Tidak, Ia menyesatkan rakyat.” (Yohanes 7:2). Tidak heran ia dicari banyak orang. Sebagian memuji, sebagian lagi menghendaki Ia mati. Di tengah situasi seperti ini, Ia justru tampil di muka umum, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan Allah bagiNya. “Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku” (Yohanes 7:16). Dengan membuka diri, keadaan menjadi lebih terang. Karena menjadi jelas siapa dan bagaimana ‘kualitas’ Yesus. BagiNya, menjadi pusat perhatian bukan untuk menarik keuntungan bagi diriNya sendiri. Sekali lagi, untuk menyatakan karya Allah melalui pengajaranNya. Sekalipun sangat  besar harga yang harus ditanggungNya. Jika menggunakan bahasa pemazmur, “Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; (Maz 69:4).

Tentu saja, menjadi pusat perhatian dalam kasus Yesus adalah paradoks jaman ini, bukan? Sekarang kita menyaksikan begitu banyak orang yang berupaya mencari perhatian sebagai tujuan. Selanjutnya, jika telah menjadi pusat perhatian siap untuk meraih tujuan berikutnya. Padahal, dalam kasus Yesus ini, menjadi pusat perhatian adalah efek samping dari apa yang dilakukannya. Ia bekerja dengan setia, tanpa bertujuan menjadi pusat perhatian, ”Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya” (Ibrani 12: 3,5,11).

Masih cari perhatian?
Ingatlah, barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya (Yoh 7:18). Sepi ing pamrih, rame ing gawe!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s