Tahbisan Pendeta atas Diri Vikaris Timotius Setyanto di GKJ Semarang Timur

Pdt Anung mengawali ibadah

Jam 09.00 kurang 15 menit lagi. Tamu-tamu sudah duduk di bawah tenda maupun di dalam gedung gereja. Rupanya, yang di bawah tenda adalah jemaat yang biasa beribadah di GKJ Semarang Timur. Tidak apa-apalah, kalau jemaat dalam perayaan saat ini duduk di luar gedung, kan setiap hari minggu sudah duduk di dalam gedung gereja. Atau mau milih di balkon? Boleh juga. Sedangkan yang sekarang duduk di dalam adalah tamu-tamu undangan khusus.

Para pendeta sedang mempersiapkan diri. Di lantai satu untuk para pendeta sepuh sedangkan di lantai dua untuk para pendeta muda yang masih bisa turun naik tangga. Ada sekitar…pendeta dalam satu ruangan, tidak heran jadi berdesakan. Tidak ada yang melarang untuk menikmati kudapan dan minum sambil ganti baju, jika sempat. Setelah persiapan cukup, para pendeta berarak memasuki gereja membentuk antrian panjang, kemudian menempati kursi paling depan, di kanan dan kiri.

Dari dekorasi gedung, buku yang tercetak, soundsystem yang ada, para pelayan ibadah yang sudah siap di tempat sebelum pukul sembilan pagi, kelihatan jelas acara ini dipersiapan dengan sungguh-sungguh, didukung dengan sepenuh hati. Tidak terbayang berapa kali song leaders atau paduan suaranya berlatih. Berapa bulan dihabiskan untuk rapat-rapat. O, ya jangan dilupakan, berapa penjahit harus lembur untuk seragam batik panitia demi mendukung acara ini. Bahkan jalan raya yang biasanya kena rob juga sudah ditinggikan pakai beton. Hebat bener, sampai pemerintah kota pun ikut mempersiapakan peristiwa penahbisan ini! Nggak heran, jika sambutan walikota edisi terkini pun telah tercetak dalam buku acara.

Pdt Nomolas mimpin penahbisan

Seperti dugaanku, acara berjalan dengan baik-bagus malah-karena dipersiapkan dengan matang. Ibadah bagian awal dipimpin oleh Pdt Anung didampingi oleh semacam lektris yaitu Bu Tika (:istri Pak Anung. Pak Anung ngga mau didampingi jika bukan Bu Tika). Sedangkan penahbisannya oleh Pdt Nomolas yang didahului solo song oleh sang vikaris. Maklum, Mas Peyok dulunya adalah penyanyi. Kotbah sulung tentu saja oleh pendeta yang terbaru, Pdt Timotius. Bacaan yang dipilih, dari 2 Timotius 2:1-13, temanya tentang memenuhi panggilan pelayanan dengan setia. Ini nasehat Rasul Paulus untuk Timotius muda jaman dulu, yang diaktualkan kembali oleh Pdt Timotius muda di masa kini. Ini memang pesan untuk yang namanya Timotius, jadi bagi hadirin yang namanya bukan Timotius boleh tidak mendengarkan…he…he!

Pada intinya, acara dibagi dua. Pertama acara ibadah penahbisan, dan kedua seremonial dalam arti sambutan-sambutan. Keduanya berjalan lancar, dan sebelum jam dua belas telah selesai. Maka, makan siang dan snack tambahan silakan di bawa pulang, untuk makan siang bersama di rumah masing-masing.

Privisiat, Mas Peyok!

One thought on “Tahbisan Pendeta atas Diri Vikaris Timotius Setyanto di GKJ Semarang Timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s