Natal Diakonia 2010

Setelah pelayanan baptisan pada Kebaktian Siang, acara dilanjutkan dengan Perayaan Natal Diakonia.

Acaranya simpel: Nyanyi, renungan, dan membagi bingkisan yang disebut aksi sosial. Lalu pulang, makan siang di rumah masing-masing…he..he…

Panitia menyediakan 75 bingkisan sembako, yang diperuntukkan bagi 33 warga gereja dan sisanya untuk masyarakat umum. Satu bungkus berisi beras, minyak goreng, teh, roti kering, apalagi ya…kelihatannya yang bawa cukup kerepotan…

Kegiatan Natal Diakonia dan aksi sosial macam ini merupakan kegiatan rutin, khususnya masa Paskah dan Natal. Sudah dilakukan turun temurun, alih generasi ke generasi masih terus dilakukan. Nampaknya, kehidupan sosial  yang menghimpit berat membuat masyarakat tidak lagi malu atau merasa kikuk menghadiri acara aksi sosial gereja ini. Sembako saat ini sangat dibutuhkan, untuk perut yang minta diganjal tiap-tiap hari. Sayangnya, mereka tidak tiap hari dapat sembako ya…

Memang ada kritik juga, kenapa yang karitatif berjalan terus, sedangkan bantuan yang bersifat jangka panjang (reformatif dan transformatif) tidak? Sebenarnya inginnya sih begitu dan sudah dipikirkan. Selain aksi sosial karitatif sederhana begini, gereja sedang merancang kegiatan sosial berdurasi jangka panjang dan sifatnya bantuan yang produktif. Bukan sekali pakai habis. Dana dikumpulkan dari aksi puasa pra paskah 2010 yang lalu. Tinggal menunggu matangnya konsep.

Kalau yang reformatif/transformatif jadi, yang karitatif  beginian sayang juga kalau ditinggalkan (soalnya masih banyak yang mengharapkan). Tergantung dananya juga, ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s