Lebaran: Sunyi Senyap Peteng Ndhedhet

Minggu subuh kemarin, kota Semarang sunyi. Tidak seperti kumandang takbir tahun-tahun sebelumnya yang meriah dari sore hingga pagi. Bahkan kemarin waktu solat Ied di TBRS-Wonderia kurang nyaring kumandangnya. Salah satu penyebabnya adalah pemadaman listrik hampir menyeluruh di Semarang kota sejak subuh sampai Minggu malam.

Akibat pemadaman listrik ini kebaktian Minggu di gereja-gereja juga terkendala, terutama yang belum punya generator sendiri. Yang sudah punya pun sedikit kacau. Karena, ketika listrik PLN sudah menyala dan diesel dimatikan, tidak lama kemudian listriknya mati hingga siang. Mikropon mati, tayangan LCD macet. Jika begini liturgi yang cocok adalah liturgi yang banyak doanya. Doanya dilama-lamain, sambil nunggu sekaligus didoakan agar listrik nyala. Eh, malah mati lagi jam setengah tujuh malam, setelah ibadah sore.

Wal hasil, kali ini lebaran malah seperti malam natal, sunyi senyap. Heran, suara mercon pun tak ku dengar. Mati listrik ini nggak kenal agama. Apapun agamanya akibatnya sama: gelap.

Istilah kerennya, inilah yang disebut krisis energi. Disebut keren karena seringkali istilah yang digunakan hanya untuk mengaburkan masalah. Masalah ini barangkali disebabkan karena batu bara sebagai sumber energi utama untuk menyalakan listrik sudah sangat jauh berkurang di alam. Barangkali, karena kekurangan material. Hanya saja pernah kudengar justru bisnis batu bara sedang jadi trending topic di kalangan selebritis tanah air. Mereka ikut ikutan tanam saham atau terjun jadi pengusaha langsung di lapangan. Hanya menyebut salah duanya adalah Jupe dan Ibunya Manohara (sumber: Majalah Tempo). Mereka-mereka ini mengekspor batu bara dari Kalimantan atau daerah lain ke luar negeri tentu dengan untung yang lumayan, sambil menikmati malam temaram sunyi senyap di hari lebaran.

Jadi, masalahnya bukan melulu krisis energi melainkan krisis kemanusiaan (silakan ditafsir sendiri menurut imajinasi masing-masing). Istilah kejamnya: terlanjur salah urus!

Mangga, opornya dinikmati. Mumpung masih hangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s